Anjar Syaefa

Minggu, 15 November 2015

komputasi algoritma Prefix Sum(1)


Assalammu'alaikum Warahmatullahi Wabarokatuh

Buatlah Tabel yang menunjukkan hasil komputasi algoritma Prefix Sum(1) bila diberikan input:
a[0,1,2,3,...,9] = {4,3,8,2,9,1,0,5,6,3}.
A0
A1
A2
A3
A4
A5
A6
A7
A8
A9
4
3
8
2
9
1
0
5
6
3




Po
Pi

P5
P4
P6
P-
Pa
Ps
4
3
8
2
9
1
0
5
6
3
k=0
0 - 2°< 0
1 - 2°== 0;
A[l]=3;
A[ 1-2°]=4 A[i]=3+4
2 - 2° > 0
A[2]=8:
A[2—2°]=3 A[i]=8+3
3 - 2° > 0
A[3]=2;
A[3—2°]=8 A[i]=2+8
4 - 2 °> 0
A[4]=9:
A[4-2°]=2
A[i]=9+2
5 -2°> 0
A[5]=l;
A[5-2=°]=9
A[i]=l+9
6 - 2°> 0
A[6]=0;
A[6-2°]=l
A[i]=0+1
7 - 2° > 0
A[7]=5;
A[7-2°]=0
A[i]=5+0
8 - 2° > 0
A[8]=6;
A[8-2°]=5
A[i]=6+5
9 - 2° > 0
A[9]=3:
A[9-2°]=6
A[i]=3+6
A[0] =4
A[l]=7
A[2]=l 1
A[3]=10
A[4]=l 1
A[5]=10
A[6]=l
A[7]=5
A[8]=l 1
A[9]=9
k=l
0 - 21 < 0
1 -21<0 span="">
2 - 21 = 0
A[2]=l1;
A[2-21]=4
A[i]=11+4
3 - 21 > 0
A[3]=10;  A[3—21]=7 A[i]=l0+7
4 - 21 > 0
A[4]=11;     A[4-21]=11       A[i]=l1+11
5 - 21 > 0
A[5]=10;
A[5-21]=10
A[i]=l0+10
6 - 21 > 0
A[6]=l;       A[6-21]=l1 A[i]=l+11
7 - 21 > 0
A[7]=5;
A[7-21]=10
A[i]=5-10
8 - 21 > 0
A[8]=l 1;
A[8-21]=1
A[i]=ll+1
9 - 21 > 0
A[9]=9:
A[9-21]=5
A[i]=9-5
A[0] =4
A[ 1 ]=7
A[2]= 15
A[3]=17
A[4]=22
A[5]=20
A[6]=l 2
A[7]=15
A[8]=12
A[9]=14
k=2
0 - 22 < 0
1 -22<0 span="">
2 - 22 < 0
3 - 22 < 0
4 - 22 = 0
A[4]=22-
A[4-22]=4
A[i]=22+4
5-22>0
A[5]=20;
A[5-22]=7
A[i]=20+7
6-22>0
A[6]=12:
A[6-22]=15 A[i]=12-15
7 - 22 > 0
A[7]=l 5;
A[7-22]=17 A[i]=15+17
8 - 22 > 0
A[8]=12;
A[8-22]=22 A[i]=12+22
9 - 22 > 0
A[9]=14;
A[9-22]=20 A[i]=14+20
A[0] =4
A[ 1 ]=7
A[2]=15
A[3]=17
A[4]=26
A[5]=27
A[6]=27
A[7]=32
A[8]=34
A[9]=34
K=3
0 - 23 < 0
1 -23<0 span="">
2 - 23 < 0
3 - 23 < 0
4 -23< 0
5 - 23< 0
6 -23< 0
7 - 23= > 0
8 - 23 = 0
A[8]=34;
A[8-23]=4
A[i]=34+4
9 - 23 > 0
A[9]=34;
A[9-2J]=7
A[i]=34+7
A[0] =4
A[l]=7
A[2]=15
A[3]=L7
A[4]=26
A[5]=27
A[6]=27
A[7]=32
A[8]=38
A[9]=41





Kamis, 12 November 2015

Definisi atau pengertian dari Spamming, Hacking, Malcious Software (Malware), Snooping, Sniffing, Spoofing, Pharming, Defacing, Phising dan Jamming :

Definisi atau pengertian dari Spamming, Hacking, Malcious Software (Malware), Snooping, Sniffing, Spoofing, Pharming, Defacing, Phising dan Jamming :

1. Spamming

Spamming adalah kegiatan mengirim email palsu dengan memanfaatkan server email yang memiliki “smtp open relay” atau spamming bisa juga diartikan dengan pengiriman informasi atau iklan suatu produk yang tidak pada tempatnya dan hal ini sangat mengganggu bagi yang dikirim.

2. Hacking

Hacking adalah kegiatan menerobos program komputer milik orang/pihak lain. Hacker adalah orang yang gemar ngoprek komputer, memiliki keahlian membuat dan membaca program tertentu, dan terobsesi mengamati keamanan (security)-nya. “Hacker” memiliki wajah ganda; ada yang budiman ada yang pencoleng. “Hacker” budiman memberi tahu kepada programer yang komputernya diterobos, akan adanya kelemahan-kelemahan pada program yang dibuat sehingga bisa “bocor” agar segera diperbaiki. Sedangkan, hacker pencoleng, menerobos program orang lain untuk merusak dan mencuri datanya.

3. Malcious Software (Malware)

Malware (Malcious Software) adalah aplikasi komputer yang khusus dibuat dengan tujuan mencari kelemahan dan celah dari software. Malware terdiri dari pemrograman (kode, script, konten aktif, dan perangkat lunak lain) yang dirancang untuk menganggu atau menolak software dengan tujuan untuk mengumpulkan informasi yang mengarah pada hilangnya privasi/eksploitasi/mendapatkan akses tidak sah ke sumberdaya sistem.

4. Snooping

Snooping adalah suatu pemantauan elektronik terhadap jaringan digital untuk mengetahui password atau data lainnya. Ada beragam teknik snooping atau juga dikenal sebagai eavesdropping, yakni: shoulder surfing (pengamatan langsung terhadap display monitor seseorang untuk memperoleh akses), dumpster diving (mengakses untuk memperoleh password dan data lainnya), digital sniffing (pengamatan elektronik terhadap jaringan untuk mengungkap password atau data lainnya).

5. Sniffing

Sniffing adalah penyadapan terhadap lalu lintas data pada suatu jaringan komputer. Contohnya anda adalah pemakai komputer yang terhubung dengan suatu jaringan dikantor. Saat Anda mengirimkan email ke teman Anda yang berada diluar kota maka email tersebut akan dikirimkan dari komputer Anda trus melewati jaringan komputer kantor Anda (mungkin melewati server atau gateway internet), trus keluar dari kantor melalui jaringan internet, lalu sampai diinbox email teman Anda. Pada saat email tersebut melalui jaringan komputer kantor Anda itulah aktifitas SNIFFING bisa dilakukan. Oleh siapa? Bisa oleh administrator jaringan yang mengendalikan server atau oleh pemakai komputer lain yang terhubung pada jaringan komputer kantor anda, bisa jadi teman sebelah Anda. Dengan aktifitas SNIFFING ini email Anda bisa di tangkap/dicapture sehingga isinya bisa dibaca oleh orang yang melakukan SNIFFING tadi.

6. Spoofing

Spoofing adalah teknik yang digunakan untuk memperoleh akses yang tidak sah ke suatu komputer atau informasi dimana penyerang berhubungan dengan pengguna dengan berpura-pura memalsukan bahwa mereka adalah host yang dapat dipercaya “hal ini biasanya dilakukan oleh seorang hacker atau cracker”.

7. Pharming

Pharming adalah situs palsu di internet, merupakan suatu metode untuk mengarahkan komputer pengguna dari situs yang mereka percayai kepada sebuah situs yang mirip. Pengguna sendiri secara sederhana tidak mengetahui kalau dia sudah berada dalam perangkap, karena alamat situsnya masih sama dengan yang sebenarnya.

8. Defacing

Defacing adalah kegiatan mengubah halaman situs/website pihak lain, seperti yang terjadi pada situs Menkominfo dan Partai Golkar, BI dan situs KPU saat pemilu 2004 lalu. Tindakan deface ada yang semata-mata iseng, unjuk kebolehan, pamer kemampuan membuat program, tapi ada juga yang jahat, untuk mencuri data dan dijual kepada pihak lain.

9. Phising

Phising adalah kegiatan memancing pemakai komputer di internet (user) agar mau memberikan informasi data diri pemakai (username) dan kata sandinya (password) pada suatu website yang sudah di-deface. Phising biasanya diarahkan kepada pengguna online banking. Isian data pemakai dan password yang vital yang telah dikirim akhirnya akan menjadi milik penjahat tersebut dan digunakan untuk belanja dengan kartu kredit atau uang rekening milik korbannya.

10. Jamming

Jamming adalah aksi untuk mengacaukan sinyal di suatu tempat. Dengan teknik ini sinyal bisa di-ground-kan, sehingga sinyal tidak bisa ditangkap sama sekali. Jamming akan lebih berbahaya apabila dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab (misalh : teroris), yang dengan aksinya megngakibatkan jaringan di suatu kota lumpuh (dalam rangka melancarkan aksi terornya).

Sumber:
http://www.priawadi.com/2012/05/pengertian-spamming-snooping-spoofing.html

Cara Kerja dan Serangan DOS / DDOS

Cara Kerja dan Serangan DOS / DDOS

Serangan DoS (bahasa Inggris: denial-of-service attacks') adalah jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut.

Dalam sebuah serangan Denial of Service, si penyerang akan mencoba untuk mencegah akses seorang pengguna terhadap sistem atau jaringan dengan menggunakan beberapa cara, yakni sebagai berikut:


  • Membanjiri lalu lintas jaringan dengan banyak data sehingga lalu lintas jaringan yang datang dari pengguna yang terdaftar menjadi tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan. Teknik ini disebut sebagai traffic flooding.
  • Membanjiri jaringan dengan banyak request terhadap sebuah layanan jaringan yang disedakan oleh sebuah host sehingga request yang datang dari pengguna terdaftar tidak dapat dilayani oleh layanan tersebut. Teknik ini disebut sebagai request flooding.
  •  Mengganggu komunikasi antara sebuah host dan kliennya yang terdaftar dengan menggunakan banyak cara, termasuk dengan mengubah informasi konfigurasi sistem atau bahkan perusakan fisik terhadap komponen dan server.

Bentuk serangan Denial of Service awal adalah serangan SYN Flooding Attack, yang pertama kali muncul pada tahun 1996 dan mengeksploitasi terhadap kelemahan yang terdapat di dalam protokolTransmission Control Protocol (TCP). Serangan-serangan lainnya akhirnya dikembangkan untuk mengeksploitasi kelemahan yang terdapat di dalam sistem operasi, layanan jaringan atau aplikasi untuk menjadikan sistem, layanan jaringan, atau aplikasi tersebut tidak dapat melayani pengguna, atau bahkan mengalami crash. Beberapa tool yang digunakan untuk melakukan serangan DoS pun banyak dikembangkan setelah itu (bahkan beberapa tool dapat diperoleh secara bebas), termasuk di antaranya Bonk, LAND, Smurf, Snork, WinNuke, dan Teardrop.
Meskipun demikian, serangan terhadap TCP merupakan serangan DoS yang sering dilakukan. Hal ini disebabkan karena jenis serangan lainnya (seperti halnya memenuhi ruangan hard disk dalam sistem, mengunci salah seorang akun pengguna yang valid, atau memodifikasi tabel routing dalam sebuah router) membutuhkan penetrasi jaringan terlebih dahulu, yang kemungkinan penetrasinya kecil, apalagi jika sistem jaringan tersebut telah diperkuat.


Penolakan Layanan secara Terdistribusi (DDos)

Penolakan Layanan secara Terdistribusi (bahasa Inggris: Distributed Denial of Service (DDos)) adalah salah satu jenis serangan Denial of Service yang menggunakan banyak host penyerang (baik itu menggunakan komputer yang didedikasikan untuk melakukan penyerangan atau komputer yang "dipaksa" menjadi zombie) untuk menyerang satu buah host target dalam sebuah jaringan.
Serangan Denial of Service klasik bersifat "satu lawan satu", sehingga dibutuhkan sebuah host yang kuat (baik itu dari kekuatan pemrosesan atau sistem operasinya) demi membanjiri lalu lintas host target sehingga mencegah klien yang valid untuk mengakses layanan jaringan pada server yang dijadikan target serangan. Serangan DDoS ini menggunakan teknik yang lebih canggih dibandingkan dengan serangan Denial of Service yang klasik, yakni dengan meningkatkan serangan beberapa kali dengan menggunakan beberapa buah komputer sekaligus, sehingga dapat mengakibatkan server atau keseluruhan segmen jaringan dapat menjadi "tidak berguna sama sekali" bagi klien.
Serangan DDoS pertama kali muncul pada tahun 1999, tiga tahun setelah serangan Denial of Service yang klasik muncul, dengan menggunakan serangan SYN Flooding, yang mengakibatkan beberapa server web di Internet mengalami "downtime". Pada awal Februari 2000, sebuah serangan yang besar dilakukan sehingga beberapa situs web terkenal seperti Amazon, CNN, eBay, dan Yahoo! mengalami "downtime" selama beberapa jam. Serangan yang lebih baru lagi pernah dilancarkan pada bulan Oktober 2002 ketika 9 dari 13 root DNS Server diserang dengan menggunakan DDoS yang sangat besar yang disebut dengan "Ping Flood". Pada puncak serangan, beberapa server tersebut pada tiap detiknya mendapatkan lebih dari 150.000 request paket Internet Control Message Protocol (ICMP). Untungnya, karena serangan hanya dilakukan selama setengah jam saja, lalu lintas Internet pun tidak terlalu terpengaruh dengan serangan tersebut (setidaknya tidak semuanya mengalami kerusakan).
Tidak seperti akibatnya yang menjadi suatu kerumitan yang sangat tinggi (bagi para administrator jaringan dan server yang melakukan perbaikan server akibat dari serangan), teori dan praktik untuk melakukan serangan DDoS justru sederhana, yakni sebagai berikut:

  1. Menjalankan tool (biasanya berupa program (perangkat lunak) kecil) yang secara otomatis akan memindai jaringan untuk menemukan host-host yang rentan (vulnerable) yang terkoneksi ke Internet. Setelah host yang rentan ditemukan, tool tersebut dapat menginstalasikan salah satu jenis dari Trojan Horse yang disebut sebagai DDoS Trojan, yang akan mengakibatkan host tersebut menjadi zombie yang dapat dikontrol secara jarak jauh (bahasa Inggris: remote) oleh sebuah komputer master yang digunakan oleh si penyerang asli untuk melancarkan serangan. Beberapa tool (software} yang digunakan untuk melakukan serangan serperti ini adalah TFN, TFN2K, Trinoo, dan Stacheldraht, yang dapat diunduh secara bebas di Internet.
  2. Ketika si penyerang merasa telah mendapatkan jumlah host yang cukup (sebagai zombie) untuk melakukan penyerangan, penyerang akan menggunakan komputer master untuk memberikan sinyal penyerangan terhadap jaringan target atau host target. Serangan ini umumnya dilakukan dengan menggunakan beberapa bentuk SYN Flood atau skema serangan DoS yang sederhana, tapi karena dilakukan oleh banyak host zombie, maka jumlah lalu lintas jaringan yang diciptakan oleh mereka adalah sangat besar, sehingga "memakan habis" semua sumber daya Transmission Control Protocol yang terdapat di dalam komputer atau jaringan target dan dapat mengakibatkan host atau jaringan tersebut mengalami "downtime"  Hampir semua platform komputer dapat dibajak sebagai sebuah zombie untuk melakukan serangan seperti ini. Sistem-sistem populer, semacam Solaris, Linux, Microsoft Windows dan beberapa varian UNIXdapat menjadi zombie, jika memang sistem tersebut atau aplikasi yang berjalan di atasnya memiliki kelemahan yang dieksploitasi oleh penyerang.
Beberapa contoh Serangan DoS lainnya adalah:

Serangan Buffer Overflow, mengirimkan data yang melebihi kapasitas sistem, misalnya paket ICMP yang berukuran sangat besar.
  • Serangan SYN, mengirimkan data TCP SYN dengan alamat palsu.
  • Serangan Teardrop, mengirimkan paket IP dengan nilai offsetyang membingungkan.
  • Serangan Smurf, mengirimkan paket ICMP bervolume besar dengan alamat host lain.
  • ICMP Flooding
Bagaimana Cara Kerjanya, Serangan DOS atau DDOS (Denial Of Service Attacks) adalah jenis serangan terhadap sebuah komputer atau server di dalam jaringan internet dengan cara menghabiskan sumber (resource) yang dimiliki oleh komputer tersebut sampai komputer tersebut tidak dapat menjalankan fungsinya dengan benar sehingga secara tidak langsung mencegah pengguna lain untuk memperoleh akses layanan dari komputer yang diserang tersebut.
Apa dan Bagaimana Cara Kerja Serangan DOS / DDOS
Jadi dalam sebuah serangan Denial of Service, si hacker atau attacker akan mencoba mencegah akses user valid atau resmi terhadap sistem atau jaringan dengan menggunakan teknik-teknik seperti:
  1. Membanjiri lalu lintas jaringan dengan banyak data sehingga lalu lintas jaringan yang datang dari pengguna resmi atau valid tersebut tidak dapat masuk ke dalam sistem jaringan. Teknik ini biasa disebut Traffic Flooding.
  2. Membanjiri jaringan dengan banyak request terhadap sebuah layanan jaringan yang disedakan oleh sebuah host sehingga request yang datang dari pengguna resmi atau valid tidak dapat dilayani oleh layanan tersebut. Teknik ini disebut Request Flooding.
  3. Mengganggu komunikasi antara sebuah host dan clientnya yang terdaftar dengan menggunakan banyak cara, termasuk dengan mengubah informasi konfigurasi sistem atau bisa juga sampai merusak fisik komponen server.

Ciri-ciri Serangan DOS awalnya terjadi pada jaringan dimana hacker atau cracker mencoba mengeksploitasi kelemahan protocol TCP (Transmision Control Protocol) inilah yang disebut dengan SYN Flooding Attack, kemudian seiring perjalanan diciptakan juga serangan-serangan untuk eksploitas kelemahan Sistem Operasi, layanan jaringan atau Aplikasi sistem bahkan tools yang digunakan pun semakin banyak bahkan bisa didapatkan secara gratis.
Serangan DOS bersifat satu lawan satu sehingga hanya perlu sebuah komputer / host yang kuat baik hardware, os dan aplikasi agar mampu membanjiri lalu lintas host korban sehingga mencegah user resmi atau valid untuk mengakses server. 
Sedangkan Serangan DDoS (Distributed Denial Of Service) ini menggunakan teknik yang lebih canggih dibandingkan dengan serangan DOS, yakni meningkatkan serangan dengan menggunakan beberapa buah komputer sekaligus, sehingga dapat mengakibatkan server atau keseluruhan segmen jaringan dapat menjadi mati total.
DDOS bisa dikatakan adalah hal yang sederhana tetapi dampaknya bisa sangat kritis dan sangat merepotkan administrator jaringan dalam melakukan perbaikan. Oleh karena jangan dicoba sembarangan yah.
Menjalankan tools yang secara otomatis akan melakukan scanning jaringan untuk menemukan host-host yang memiliki celah (vulnerable). Setelah celah/kelemahan host ditemukan, tool tersebut dapat menginstalasikan salah satu jenis dari Trojan Horse yang disebut sebagai DDoS Trojan, yang akan mengakibatkan host tersebut menjadi zombie yang dapat dikontrol/diremote dari jarak jauh oleh sebuah komputer master yang digunakan oleh si hacker atau cracker untuk melancarkan serangan. Beberapa tools yang digunakan untuk DDOS adalah TFN, TFN2K, Trinoo, dan Stacheldraht, yang dapat didownload secara gratis.
Kemudian, tetika si hacker atau cracker merasa telah mendapatkan jumlah host yang cukup untuk dijadikan sebagai zombie dalam melakukan penyerangan, si hacker atau cracker akan menggunakan komputer master untuk memberikan sinyal penyerangan kepada jaringan korban atau host korban. Serangan ini umumnya dilakukan dengan menggunakan beberapa bentuk SYN Flood atau skema serangan DoS yang sederhana, tapi karena dilakukan oleh banyak host zombie maka jumlah lalu lintas jaringan yang diciptakan sangat besar, sehingga menghabiskan semua resource TCP yang terdapat di dalam komputer atau jaringan target sehingga mengakibatkan host atau jaringan tersebut mengalami downtime.
Hampir semua platform komputer dapat dibajak sebagai zombie untuk melakukan serangan. Sistem operasi seperti Windows, Solaris, Linux dan beberapa varian UNIX dapat menjadi zombie jika memang sistem tersebut atau aplikasi yang berjalan di atasnya memiliki celah atau kelemahan.

Sumber:
http://denialofservicea.blogspot.co.id/
http://tipsntrickstenan.blogspot.co.id/2014/10/apa-dan-bagaimana-cara-kerja-serangan.html#.VkRiNn1fsqQ