Anjar Syaefa

Senin, 09 Juni 2014

Tentang Televisi

Assalammu'alaikum Wr.wb

1. Pengertian TV Digital dan TV Analog
TV Digital
Televisi digital (bahasa Inggris: Digital Television, DTV)atau penyiaran digital adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal video, audio dan data ke pesawat televisi. TV Digital bukan berarti pesawat televisinya yang digital, namun lebih kepada sinyal yang dikirimkan adalah sinyal digital atau mungkin yang lebih tepat adalah siaran digital (Digital Broadcasting). Televisi resolusi tinggi atau high-definition television (HDTV), yaitu: standar televisi digital internasional yang disiarkan dalam format 16:9 (TV biasa 4:3) dan surround-sound 5.1 Dolby Digital. TV digital memiliki resolusi yang jauh lebih tinggi dari standar lama. Penonton melihat gambar berkontur jelas, dengan warna-warna matang, dan depth-of-field yang lebih luas daripada biasanya. HDTV memiliki jumlah pixel hingga 5 kali standar analog PAL yang digunakan di
TV Analog
Televisi analog mengkodekan informasi gambar dengan memvariasikan voltase dan/atau frekuensi dari sinyal. Seluruh sistem sebelum Televisi digital dapat dimasukan ke analog.Sistem yang dipergunakan dalam televisi analog NTSC (national Television System Committee), PAL, dan SECAM.
Kelebihan signal digital dibanding analog adalah ketahanannya terhadap gangguan (noise) dan kemudahannya untuk diperbaiki (recovery) di penerima dengan kode koreksi error (error correction code ).
2. Perbedaan TV Digital dengan TV Analog.
Di Indonesia agar segera diluncurkan karena Pemerintah juga berpendapat bahwa teknologi televisi digital lebih efisien dalam penggunaan kanal frekuensi dibandingkan teknologi analog yang selama ini dipergunakan. Berdasarkan master plan televisi yang tengah disusun, pemerintah akan mengalokasikan 14 kanal frekuensi. 10 kanal frekuensi kini telah dialokasikan bagi televisi swasta yang telah beroperasi. Satu kanal untuk TVRI, satu kanal untuk televisi lokal, dan dua kanal untuk televisi digital. Walaupun televisi digital harus banyak melakukan adaptasi terhadap jangkauan yang telah dapat dicapai oleh televisi analog. Penerapan siaran TV digital sebagai pengganti TV analog pada pita UHF dilakukan secara bertahap sampai suatu batas waktu cut-off TV analog UHF yang ditetapkan (2015 di kota besar dan 2020 secara nasional).
Wilayah layanan TV digital penerimaan tetap free-to-air DVB-T sama dengan wilayah layanan TV analog UHF sesuai Keputusan Menteri Perhubungan No. 76 Tahun 2003. Alokasi kanal frekuensi untuk layanan TV digital penerimaan tetap free-to-air DVB-T di Indonesia adalah pada band IV dan V UHF, yaitu kanal 28 – 45 (total 18 kanal) dengan lebar pita masing – masing kanal adalah 8 MHz. Namun, setiap wilayah layanan diberikan jatah hanya 6 kanal, karena 12 kanal lain digunakan di wilayah – wilayah layanan sekitarnya (pola reuse 3 grup kanal frekuensi). TV digital, katanya, memang menuntut keterlibatan banyak pihak, di antaranya perusahaan seluler, sedangkan pemerintah berfungsi untuk melindungi produk TV digital dan sebagai regulator.
Untuk menyusun strategi migrasi ke teknologi digital, pemerintah diusulkan membentuk Komisi Nasional Televisi yang beranggotakan departemen dan kalangan lembaga penyiaran. Pada 2004 diharapkan Komisi ini sudah terbentuk, sehingga sosialisasi dan uji coba televisi digital dapat dilakukan.
Perbedaan mendasar antara TV Digital dengan TV Analog
Perbedaan yang paling mendasar antara sistem penyiaran televisi analog dan digital terletak pada penerimaan gambar lewat pemancar. Pada sistem analog, semakin jauh dari stasiun pemancar televisi, sinyal akan melemah dan penerimaan gambar menjadi buruk dan berbayang. Sedangkan pada sistem digital, siaran gambar yang jernih akan dapat dinikmati sampai pada titik dimana sinyal tidak dapat diterima lagi.
Perbedaan TV Digital dan TV Analog hanyalah perbedaan pada sistim tranmisi pancarannya, kebanyakan TV di Indonesia, masih menggunakan sistim analog dengan cara memodulasikannya langsung pada Frekwensi Carrier, Sedangkan pada Pada sistim digital, data gambar atau suara dikodekan dalam mode digital (diskret) baru di pancarkan.
Orang awam pun dapat membedakan dengan mudah, jika TV analog signalnya lemah (semisal problem pada antena) maka gambar yang diterima akan banyak ‘semut’ tetapi jika TV Digital yang terjadi adalah bukan ‘semut’ melainkan gambar yang lengket seperti kalau kita menonton VCD yang rusak. Kualitas Digital jadi lebih bagus, karena dengan Format digital banyak hal dipermudah.
Siaran TV Satelit Dulu memakai Analog. Sekarang sudah banyak yang digital. Tidak semua TV satelit memakai sistim Digital. Di beberapa satelit Arab banyak yang memakai mode analog. Sebenarnya untuk menerima siaran digital untuk TV yang analog tidaklah terlalu mahal. Receiver ini hanya tinggal pasang antena dan kemudian AV nya colokkan ke TV. Untuk siaran TV satelit namanya DVB-S (Digital Video Broadcasting – Satelite). Sedangkan untuk di daratan namanya DVB-T(Digital Video Broadcasting – Terresterial)
Jika anda melihat Indosiar atau Metro TV atau RCTI melalui satelit anda bisa melihat siaran TV Digital. Tidak Harus plasma, Tidak harus HD, karena stasiun TV Nasional masih memakai SDTV meskipun mereka memancarkan secara digital lewat satelit Dengan memakai TV 14 inchi yang paling murahpun anda bisa menonton TV digital. Sedangkan jika anda membeli TV LCD, hampir semua bisa menerima signal Digital tanpa alat tambahan karena sudah dilengkapi dengan receiver digital.
3. Dampak yang timbul akibat adanya system siaran digital di Indonesia.
Saat ini populasi pesawat televisi tidak kurang dari 40 juta unit, dengan pemirsa lebih dari 200 juta orang, jauh lebih banyak dibandingkan dengan komputer, misalnya, yang hanya sekitar 5,9 juta unit. Terlihat bahwa penggemar televisi begitu banyak di Indonesia .
Televisi adalah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele (jauh) dan vision (tampak) jadi televisi memiliki arti dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi ini mampu mengubah peradaban dunia. Semua gambar televisi dibentuk oleh titik tunggal cahaya yang bergerak bolak-balik, depan-belakang atau atas-bawah, secara cepat pada layar televisi yang tak tampak oleh mata, sehingga yang terlihat hanyalah rangkaian gambar. Pada tahun 1884 Paul Nipkow mencetuskan ide tentang pemindaian gambar dengan cara memecahkanya ke dalam rangkaian titik cahaya yang bergerak secara linear menyeberangi sudut pandangan. Sinyal televisi bekerja seperti radio AM, terkecuali dalam penghubung pembawa frekuensi tinggi. Pada radio dari suara besar ke lembut sedangkan televisi dari terang ke gelap. Perangkat televisi disinkronisasikan dengan transmiter untuk menghasilkan pola yang tepat dari sebuah piksel yang akan ditempatkan pada layar. Televisi ditransmisikan dengan dua pita frekuensi, VHF (very high frequency) dan UHF (ultra high frequency), dan setiap saluran memiliki lebar pita keseluruhan mencapai 6 MHz. Jaringan televisi pertama menggunakan kabel coaxial dan teknologi gelombang mikro. Pada tahun 1970-an satelit menjadi standar dalam menghubungkan kabel dan jaringan penyiaran kepada afiliasi mereka dan untuk mentransmisikan berita lokal dan pergelaran olahraga ke kantor berita pusat. Saat ini, jaringan serat optik juga ikut digunakan.
Kemunculan televisi digital di indonesia harus dipikirkan dampak dan konsekuensinya karena selama ini masih banyak masyarakat yang menggunakan dan terbiasa dengan televisi telivisi analog. Sedikit ketidaknyamanan yang mau tidak mau harus diterima dengan peralihan ke TV digital ini adalah:
Perlunya pesawat TV baru atau paling tidak kita perlu membeli TV Tuner baru yang harganya bisa dibilang cukup mahal. Hal tersebut akan menimbulkan dampak yang besar, mengingat hampir seluruh komponen pertelevisian di Indonesia masih menggunakan komponen analog, sehingga kemajuan tekhnologi televisi digital ini dapat mematikan usaha-usaha kecil yang selama ini telah ada. Karenanya hal ini mewajibkan Pemerintah untuk mensosialisasikan lebih rinci kepada masyarakat.
Mahalnya perangkat transmisi dan operasional broadcast berbasis tehnologi digital merupakan persoalan tersendiri bagi kemampuan industri televisi di Indonesia. Bagaimanapun untuk bisa menyiarkan program secara digital, perangkat pemancar memang harus diganti dengan perangkat baru yang memiliki sistem modulasi frekuensi secara digital. Untuk mem-back up operasional sehari-hari saja dengan tingkat persaingan antar sesama radio dan televisi swasta nasional saja sudah sangat berat, apalagi untuk harus mengalokasikan sekian persen pemasukan iklan untuk digunakan bagi digitalisasi. Selain itu, dalam masa transisi, stasiun televisi harus siaran multicast atau operasional di dua saluran secara paralel: analog dan digital, karena tetap memberi kesempatan pada masyarakat yang belum dapat membeli televisi digital.
Sistem pemrosesan sinyalnya. Pada sistem digital, karena diperlukan tambahan proses misalnya Fast Fourier Transform (FFT), Viterbi decoding danequalization di penerima, maka TV Digital ini akan sedikit terlambat beberapa detik dibandingkan TV Analog. Ketika TV analog sudah menampilkan gambar baru, maka TV Digital masih beberapa detik menampilkan gambar sebelumnya.
Bagaimana soal akses pada jaringan media serta kondisi sistem akses itu sendiri. Persoalan seperti pengaturan decoder TV digital maupun content media menjadi layak kaji dalam hal ini. Dan akses pada spektrum frekuensi
Bagaimanapun pada era penyiaran digital telah terjadi konvergensi antarteknologi penyiaran (broadcasting), teknologi komunikasi (telepon), dan teknologi internet (IT). Dalam era penyiaran digital, ketiga teknologi tersebut sudah menyatu dalam satu media transmisi. Dengan demikian akses masyarakat untuk memperoleh ataupun menyampaikan informasi menjadi semakin mudah dan terbuka
Terjadinya migrasi dari era penyiaran analog menuju era penyiaran digital, yang memiliki konsekuensi tersedianya saluran siaran yang lebih banyak, akan membuka peluang lebih luas bagi para pelaku penyiaran dalam menjalankan fungsinya dan dapat memberikan peluang lebih banyak bagi masyarakat luas untuk terlibat dalam industri penyiaran ini.
Momentum penyiaran digital dapat membuka peluang yang lebih banyak bagi masyarakat dalam meningkatkan kemampuan ekonominya. Peluang usaha di bidang rumah produksi, pembuatan aplikasi-aplikasi audio, video dan multimedia, industri senetron, film, hiburan, komedi dan sejenisnya menjadi potensi baru untuk menghidupkan ekonomi masyarakat.
Televisi di Indonesia telah menjadi alat penting baik untuk hiburan maupun untuk mendapatkan informasi. Baik televisi digital maupun analog dalam penyiarannya memiliki kesamaan yaitu memiliki dampak psikologis terhadap penontonnya. Dengan frekuensi menonton yang tinggi dan kualitas tontonan yang rendah akan berdampak buruk baik pada orang dewasa maupun pada pada anak – anak.
Sistem penyiaran TV Digital penggunaan apliksi teknologi digital pada sistem penyiaran TV yang dikembangkan di pertengahan tahun 90an dan diujicobakan pada tahun 2000. Pada awal pengoperasian sistem digital ini umumnya dilakukan siaran TV secara bersama dengan siaran analog sebagai masa transisi. Sekaligus ujicoba sistem tersebut sampai mendapatkan hasil penerapan siaran TV Digital yang paling ekonomis sesuai dengan kebutuhan dari negara yang mengoperasikan.
Dampak Penyiaran TV Digital
Dampak Positif
Banyak manfaat yang dapat diperoleh masyarakat dengan beralih ke penyiaran TV digital antara lain:
• Kualitas gambar yang lebih halus dan tajam,
• Pengurangan terhadap efek noise,
• Kemudahan untuk recovery pada penerima dengan error correction code, serta
• mengurangi efek dopler jika menerima siaran tv dalam kondisi bergerak (misalnya di mobil, bus, maupun kereta api).
• Selain itu sinyal digital dapat menampung program siaran dalam satu paket, dikarenakan pemakaian bandwidth pada tv digital tidak sebesar tv analog.
Dampak Negatif
Disamping banyak hal yang bermanfaat, tentunya kendala yang akan dihadapi dalam migrasi ke siaran TV digital pun juga semakin banyak seperti:
• Regulasi bidang penyiaran yang harus diperbaiki,
• Standardisasi yang harus segera ditentukan baik untuk perangkat dan teknologi yang akan digunakan,
• Industri pendukung yang harus segera disiapkan baik perangkat maupun kontennya.
• Jika kanal TV digital ini diberikan secara sembarangan kepada pendatang baru, selain penyelenggara TV siaran digital terrestrial harus membangun sendiri infrastruktur dari nol, maka kesempatan bagi penyelenggara TV analog eksisting seperti TVRI, 5 TV swasta eksisting dan 5 penyelenggara TV baru untuk berubah menjadi TV digital di kemudian hari akan tertutup karena kanal frekuensinya sudah habis.
4. Bagaimana Pendapat tentang Prospek masa depan penyiaran televisi dikaitkan dengan adanya digitalisasi system siaran televisi
Dengan adanya kemajuan dalam teknologi di Indonesia, sudah seharusnya kita merasa bangga. Karena tidak ada lagi kata ketertinggalan dalam segi teknologi. Namun transisi dari perpindahan TV Analog ke TV Digital tidak mudah, banyaknya tanggapan dari masyarakat atau pengguna yang berbeda-beda.
Transisi dari pesawat televisi analog menjadi pesawat televisi digital membutuhkan penggantian perangkat pemancar televisi dan penerima siaran televisi. Agar dapat menerima penyiaran digital, diperlukan pesawat TV digital. Namun, jika ingin tetap menggunakan pesawat televisi analog, penyiaran digital dapat ditangkap dengan alat tambahan yang disebut kotak konverter (Set Top Box). Ketika menggunakan pesawat televisi analog, sinyal penyiaran digital akan dirubah oleh kotak konverter menjadi sinyal analog. Dengan demikian pengguna pesawat televisi analog tetap dapat menikmati siaran televisi digital. Pengguna televisi analog tetap dapat menggunakan siaran analog dan secara perlahan-lahan beralih ke teknologi siaran digital tanpa terputus layanan siaran yang digunakan selama ini.
Proses transisi yang berjalan secara perlahan dapat meminimalkan risiko kerugian terutama yang dihadapi oleh operator televisi dan masyarakat. Resiko tersebut antara lain berupa informasi mengenai program siaran dan perangkat tambahan yang harus dipasang tersebut. Sebelum masyarakat mampu mengganti televisi analognya menjadi televisi digital, masyarakat menerima siaran analog dari pemancar televisi yang menyiarkan siaran televisi digital.
Bagi operator televisi, risiko kerugian berasal dari biaya membangun infrastruktur televisi digital terestrial yang relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan membangun infrastruktur televisi analog. Operator televisi dapat memanfaatkan infrastruktur penyiaran yang telah dibangunnya selama ini seperti studio, bangunan, sumber daya manusia, dan lain sebagainya apabila operator televisi dapat menerapkan pola kerja dengan calon penyelenggara TV digital. Penerapan pola kerja dengan calon penyelenggara digital pada akhirnya menyebabkan operator televisi tidak dihadapkan pada risiko yang berlebihan. Di kemudian hari, penyelenggara penyiaran televisi digital dapat dibedakan ke dalam dua posisi yaitu menjadi penyedia jaringan, serta penyedia isi.
Kelebihan TV Digital
Televisi digital sudah bukan barang baru untuk saat ini. Walaupun begitu televisi digital bukan berarti pesawat TV-nya yang Digital, melainkan lebih kepada sinyal yang dikirimkan adalah signal digital atau mungkin yang lebih tepat adalah siaran digital (Digital Broadcasting). Kelebihan signal digital dibanding analog adalah ketahanannya terhadapnoise dan kemudahannya untuk diperbaiki (recovery) di penerima dengan kode koreksi error (error correction code).
Keuntungan transmisi digital lainnya adalah less bandwidth (atau high efficiency bandwidth) karena interference digital channel lebih rendah, sehingga beberapa channel bisa dikemas atau “dipadatkan” dan dihemat. Hal ini menjadi sangat mungkin karenabroadcasting TV Digital menggunakan sistem OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) yang tangguh dalam mengatasi efek lintas jamak (multipath fading). Kemudian keuntungan lainnya adalah bahwa sinyal digital bisa dioperasikan dengan daya yang rendah (less power). Itulah beberapa hal yang sangat mengutungkan dalam TV digital. Keuntungan tersebut menghasilkan kualitas gambar dan warna yang sangat jauh lebih bagus daripada TV analog. (httpwww.beritaiptek.comzberita-beritaiptek-2006-01-11-Menyongsong-Era-TV-Digital.shtml.htm).
Kualitas penyiaran TV Digital
TV Digital memiliki hasil siaran dengan kualitas gambar dan warna yang jauh lebih baik dari yang dihasilkan televisi analog. Sistem televisi digital menghasilkan pengiriman gambar yang jernih dan stabil meski alat penerima siaran berada dalam kondisi bergerak dengan kecepatan tinggi. TV Digital memiliki kualitas siaran berakurasi dan resolusi tinggi.Teknologi digital memerlukan kanal siaran dengan laju sangat tinggi mencapai Mbps untuk pengiriman informasi berkualitas tinggi.
Frekuensi TV Digital
Secara teknis, pita spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk televisi analog dapat digunakan untuk penyiaran televisi digital. Perbandingan lebar pita frekuensi yang digunakan teknologi analog dengan teknologi digital adalah 1 : 6. Jadi, bila teknologi analog memerlukan lebar pita 8 MHz untuk satu kanal transmisi, teknologi digital dengan lebar pita yang sama (menggunakan teknik multipleks) dapat memancarkan sebanyak 6 hingga 8 kanal transmisi sekaligus untuk program yang berbeda.
TV digital ditunjang oleh teknologi penerima yang mampu beradaptasi sesuai dengan lingkungannya. Sinyal digital dapat ditangkap oleh sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama sehingga daerah cakupan TV digital dapat diperluas. TV digital memiliki peralatan suara dan gambar berformat digital seperti yang digunakan kameravideo.
Keunggulan frekuensi TV Digital
Siaran menggunakan sistem digital memiliki ketahanan terhadap gangguan dan mudah untuk diperbaiki kode digitalnya melalui kode koreksi error. Akibatnya adalah kualitas gambar dan suara yang jauh lebih akurat dan beresolusi tinggi dibandingkan siaran televisi analog. Selain itu siaran televisi digital dapat menggunakan daya yang rendah.
Transmisi pada TV Digital menggunakan lebar pita yang lebih efisien sehingga saluran dapat dipadatkan. Sistem penyiaran TV Digital menggunakan OFDM yang bersifat kuat dalam lalu lintas yang padat. Transisi dari teknologi analog menuju teknologi digital memiliki konsekuensi berupa tersedianya saluran siaran televisi yang lebih banyak. Siaran berteknologi digital yang tidak memungkinkan adanya keterbatasan frekuensi menghasilkan saluran-saluran televisi baru. Penyelenggara televisi digital berperan sebagai operator penyelenggara jaringan televisi digital sementara program siaran disediakan oleh operator lain. Bentuk penyelenggaraan sistem penyiaran televisi digital mengalami perubahan dari segi pemanfaatan kanal ataupun teknologi jasa pelayanannya. Terjadi efisiensi penggunaan kanal frekuensi berupa pemakaian satu kanal frekuensiuntuk 4 hingga 6 program.
Siaran televisi digital terestrial dapat diterima oleh sistem penerimaan televisi analog dan sistem penerimaan televisi bergerak. TV Digital memiliki fungsi interaktif dimana pengguna dapat menggunakannya seperti internet. Sistem siaran televisi digital DVB mempunyai kemampuan untuk memanfaatkan jalur kembali antara IRD dan operator melalui modul Sistem Manajemen Subscriber. Jalur tersebut memerlukan modem,jaringan telepon atau jalur kembali televisi kabel, maupun satelit untuk mengirimkan sinyal balik kepada pengguna seperti pada aplikasi penghitungan suara melalui televisi. Ada beberapa spesifikasi yang telah dikembangkan, antara lain melalui jaringan telepon tetap (PSTN) dan jaringan berlayanan digital terintegrasi (ISDN). Selain itu juga dikembangkan solusi komprehensif untuk interaksi melalui jaringan CATV, HFC, sistem terestrial, SMATV,LDMS, VSAT, DECT, dan GSM.
Manfaat penyiaran TV Digital
TV Digital digunakan untuk siaran interaktif. Masyarakat dapat membandingkan keunggulan kualitas siaran digital dengan siaran analog serta dapat berinteraksi dengan TV Digital.
Teknologi siaran digital menawarkan integrasi dengan layanan interaktif dimana TV Digital memiliki layanan komunikasi dua arah layaknya internet.
Siaran televisi digital terestrial dapat diterima oleh sistem penerimaan televisi tidak bergerak maupun sistem penerimaan televisi bergerak. Kebutuhan daya pancar televisi digital yang lebih kecil menyebabkan siaran dapat diterima dengan baik meski alat penerima siaran bergerak dalam kecepatan tinggi seperti di dalam mobil dan kereta.
TV Digital memungkinkan penyiaran saluran dan layanan yang lebih banyak daripada televisi analog. Penyelenggara siaran dapat menyiarkan program mereka secara digital dan memberi kesempatan terhadap peluang bisnis pertelevisian dengan konten yang lebih kreatif, menarik, dan bervariasi.


Apakah Set Top Box (STB) itu ?

Banyak sekali yang mengkonfirmasi Set Top Box atau biasa disingkat STB itu apakah bisa dipakai parabola atau tidak, bisa untuk siaran luar atau tidak, berbayar atau tidak, dan lain-lain. STB atau yang sering disebut sebagai dekoder adalah alat yang berisikan perangkat dekoder yang berguna untuk mengatur saluran televisi yang akan diterima, kemudian dipilih sesuai kebutuhan, dan juga dekoder akan memeriksa hak akses pengguna atas saluran tersebut, kemudian akan menghasilkan keluaran berupa gambar, suara, dan layanan lainnya. Dilihat dari bagaimana cara kerja STB ini yang bekerja satu arah dan juga dapat bekerja tanpa campur tangan manusia, STB dapat dikatakan sebagai salah satu perangkat teknologi informasi.

Prinsip kerja STB sebenarnya mirip dengan penerima sinyal televisi biasa yang sudah terdapat pada tv analog. Namun STB di sini berguna juga untuk mengubah sinyal digital yang diterima dari satelit, kabel, ataupun internet ke dalam format analog agar dapat ditampilkan ke layar televisi analog atau perangkat layar analog lainnya. STB biasanya digunakan di sistem tv kabel, tv satelit, ip-tv, maupun tv digital terestrial. Dalam penggunaannya biasanya STB memerlukan kartu akses dari penyedia layanan televisi digital yang bersangkutan, kartu ini berguna untuk menyaring saluran televisi yang diterima kemudian disesuaikan dengan tayangan yang penonton bayar. Untuk keberadaan saluran televisi yang ada, itu merupakan kebijakan dari penyedia layanan televisi berbayar, yang bisa saja berbeda antara satu dengan yang lain. Selain itu, STB juga memiliki prosesor mikro, memori RAM, MPEG-2 dekoder chip, serta chip-chip lain yang berguna dalam pemrosesan data audio maupun data visual. Keluaran dari Standard Definition dari STB dihubungkan dengan televisi biasanya menggunakan kabel video SCART atau dapat juga menggunakan koneksi s-video atau juga dapat digunakan sebagai UHF sinyal. Dan untuk keluaran yang berjenis High Definition akan menggunakan satu kabel hdmi untuk suara sekaligus video. Namun jika televisi yang digunakan masih Standard Definition, keluaran High Definition dapat menggunakan kabel video SCART atau s-video namun hasil yg diterima televisi akan berformat Standard Definition. Dilihat dari bagaimana cara kerja STB ini yang bekerja satu arah dari penyedia layanan televisi berbayar dan juga dapat bekerja tanpa campur tangan manusia, STB dapat dikatakan sebagai salah satu perangkat teknologi informasi.

Perangkat Lunak
 Di dalam STB juga berisikan perangkat lunak yang berperan dalam mengatur setelan, mulai dari bahasa, pengaturan penerimaan sinyal, pengaturan keluaran hasil gambar, setting rekaman, aplikasi youtube, dan lain-lain.

Macam-macam Tipe STB di Indonesia

Seiring berkembangnya teknologi televisi digital di masyarakat Indonesia serta munculnya kesadaran akan tayangan televisi luar negeri oleh masyarakat, maka hal ini mendorong masyarakat indonesia mulai menggunakan STB sebagai alat tambahan, guna mendapatkan saluran televisi digital maupun saluran luar negeri. Berikut beberapa jenis STB yang beredar di masyarakat Indonesia.
Set Top Box Satelit

Set Top Box Jenis Satelit DVB-S Indovision
Input: LNB Parabola
Set top box ini cukup banyak digunakan di masyarakat indonesia, dikarenakan hanya membutuhkan parabola penerima sinyal yang langsung dihubungkan dengan set top box. Set top box ini menerima sinyal jenis Digital Video Broadcast-Satellite (DVB-S). Set top box ini dapat menyalurkan saluran televisi dari yang Standard Definition (SD) hingga High Definition (HD) (Video definisi tinggi) dan juga dapat menyalurkan saluran televisi Siaran gratis, dan juga beberapa stasiun radio lokal maupun mancanegara. Cara kerja Set-top box ini layaknya analog televisi biasa, hanya perbedaannya dibutuhkan parabola luar dan low noise block (LNB) yang dibutuhkan untuk menerima sinyal dan kemudian diubah menjadi frekuensi yang sesuai dengan Set-top box. Di Indonesia sendiri, sekarang Set Top Box jenis ini banyak dipinjamkan oleh penyedia layanan Televisi berlangganan. Beberapa penyedia layanan Televisi berlangganan yang menggunakan set top box jenis ini seperti, Indovision, Aora, Okevision, Top TV dll
Set Top Box Kabel
Set Top Box Jenis Kabel DVB-C Firstmedia
Input: dari jaringan TV Kabel
Set top box ini mulai populer dikarenakan sifatnya yang lebih stabil dari gangguan cuaca karena menggunakan kabel fiber optik yang ditanam di dalam tanah. Namun, hal ini juga yang menyebabkan penggunanya lebih sedikit daripada pengguna set top box Satellite, karena saluran kabel untuk set top box jenis ini belum banyak tersedia di wilayah Indonesia. Set top box ini menggunakan sistem Digital Video Broadcast-Cable (DVB-C). Set top box jenis ini dapat menerima saluran televisi yang sama dengan Set Top Box satelit, namun karena Set Top Box ini menggunakan kanal saluran yang sangat cepat, tersedia juga pilihan tayangan 3-Dimensi (3D). Penyedia layanan Televisi berlangganan yang menggunakan Set Top Box jenis ini di Indonesia contohnya adalah HomeCable dari First Media dan juga TelkomVision.
Set Top Box Internet
Set Top Box Jenis IPTV Groovia
Input: modem ADSL
Set top box ini mengandalkan saluran internet dalam menayangkan siaran televisinya. Set top box ini menggunakan sistem saluran televisi digital Digital Video Broadcast-Internet Protocol Television (DVB-IPTV). Set top box jenis ini dapat memberikan tayangan yang lebih kaya dibanding set top box sebelumnya, karena set top box jenis ini memungkinkan adanya interaksi dalam menonton televisi, seperti adanya fitur Video on demand yang memungkinkan penonton dapat memilih tayangan yang ingin dilihat, dan dapat melihat tayangan yang sudah berlalu. Teknologi ini cenderung baru di indonesia dan hanya ada satu yang menggunakan teknologi ini, yaitu Groovia TV dari Telkom Indonesia.
Set Top Box Teresterial
Set Top Box Jenis Terestrial DVB-T2

Input: Antena UHF




 
Set Top Box ini bisa dibilang masih lebih muda dibanding set top box yang lain. Set top box ini menggunakan sistem Digital Video Broadcast-Terestrial (DVB-T) atau dengan kata lain, set top box ini tidak memerlukan parabola khusus dalam menerima sinyal digital. Set top box ini cukup menggunakan antena televisi UHF-VHF. Penyedia layanan Televisi berlangganan yang menggunakan set top box jenis ini adalah nexmedia.

Wa'alaikumsalam wr.wb


Jumat, 06 Juni 2014

Solar Impulse 2014


Assalammu'alaikum wr.wb
Tahukah anda, jika Negara Swiss telah mengembangkan Solar Impulse atau Pesawat bertenaga Surya sebuah eksplorasi percobaan, segala sesuatunya serba baru. , Pada hari Senin, 2 June 2014 Bertrand Piccard, penggagas sekaligus ketua proyek pesawat Solar Impulse 2 ini, telah berhasil terbang perdana dari Lapangan Terbang Payerne, Swiss, selama dua jam 17 menit.
Meski bukan pesawat tenaga surya pertama, pesawat ini diklaim paling ambisius. Ia direncanakan mengelilingi dunia tahun depan, melintasi benua dan samudera selama 5 hari 5 malam tanpa setetes bahan bakar fosil pun. Pesawat bertenaga surya Solar Impulse 2dijadwalkan memulai perjalanan pada awal Maret 2015.
Pesawat bertenaga surya itu diharapkan mendorong penggunaan teknologi bersih, mengurangi ketergantungan manusia terhadap energi fosil yang jumlahnya kian terbatas. Serta menekan emisi gas buang untuk menahan laju pemanasan global.
Model pesawat tenaga surya sudah ada sejak 1970-an, ketika sel surya sudah bisa diproduksi dengan harga terjangkau. Namun, Solar Impulse adalah pesawat tenaga surya berawak pertama yang mampu terbang malam hari. Pesawat generasi pertama—Solar Impulse 1—mampu terbang lebih dari 26 jam melintasi Amerika tahun lalu.
Solar Impulse 2 memiliki lebar sayap 72 meter, lebih lebar dari pesawat Boeing 747-8I yang hanya 68,45 meter. Sayap selebar itu hanya mampu mengangkat beban pesawat sebesar 2,3 ton (seberat mobil). Lebih dari itu, sayap akan patah.
Tenaga pendorong pesawat bersumber dari baling-baling yang digerakkan empat mesin listrik. Mesin listrik itu menerima pasokan energy dari 17.228 sel surya setebal 135 mikron yang disusun berlapis dan diletakkan di sayap, bada, dan ekor horizontal pesawat sehingga menghasilkan struktur pesawat yang tetap ringan.
Selain dari sel surya yang tipis, struktur ringan pesawat juga diperoleh dari serat karbon yang digunakan di badan pesawat. Hasilnya, berat keseluruhan pesawat lebih ringan sepuluh kali dibandingkan berat pesawat layang.
Sayap yang lebar itu ditopang oleh 140 tulang rusuk dari serat karbon yang diletakkan pada interval jarak 50 sentimeter. Posisi itu akan memberikan aerodinamika pesawat terbaik sekaligus mempertahankan kekakuan struktur sayap pesawat.
Energi dari sel surya digunakan langsung untuk memutar baling-baling pesawat pada siang hari dan disimpan dalam empat baterai litium polimer yang tersimpan pada mesin, untuk sumber energi pesawat pada penerbangan malam hari.
Pada malam hari, karena hanya mengandalkan baterai, energi pesawat lebih kecil. Supaya hemat, pesawat harus terbang lebih lambat agar tidak memerlukan energi besar.
Penerbangan malam Solar Impulse 2 dibatasi hanya setinggi 1,5 kilometer dengan kecepatan maksimum 46 km/jam.
Selama penerbangan, pilot dilengkapi sistem autopilot yang canggih dan panduan dari tim di Pusat Pengendalian Misi di Payerne. Tim darat akan membantu menginformasikan cuaca, membuka jalan bagi pesawat saat memasuki wilayah udara tertentu, dan menyiapkan pendaratan di sejumlah bandara.
Meski demikian, di ruang kokpit Solar Impulse 2 yang hanya seluas 3,8 meter kubik itu—muat bagi satu orang, sang pilot nantinya tetap harus menjalani penerbangan penuh tantangan di ruang sempit selama 5 hari 5 malam sendirian.
Wa'alaikumsalam wr.wb

Sumber :
bbc.com/news/science-environment
http://nationalgeographic.co.id/berita/2014/06/solar-impulse-2-pesawat-tenaga-surya-yang-siap-mendunia

Selasa, 29 April 2014

Sekilas Tentang Gui

Dalam komputasi , antarmuka pengguna grafis ( GUI , kadang-kadang diucapkan "lengket" atau "Gwee") adalah jenis antarmuka pengguna yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan perangkat elektronik melalui grafis ikon dan indikator visual seperti notasi sekunder , sebagai lawan antarmuka berbasis teks , mengetik perintah label atau teks navigasi. GUI diperkenalkan sebagai reaksi terhadap dirasakan curam kurva belajar dari antarmuka baris perintah (CLI),  yang membutuhkan perintah untuk diketik pada papan ketik .

Tindakan di GUI biasanya dilakukan melalui manipulasi langsung dari elemen grafis. Selain di komputer , GUI dapat ditemukan dalam perangkat genggam seperti MP3 player, media player portabel, perangkat game, peralatan rumah tangga, kantor, dan industri peralatan. Istilah GUI biasanya tidak diterapkan untuk resolusi rendah lainnya jenis interface dengan resolusi layar , seperti video game (di mana HUD lebih disukai), atau tidak terbatas pada layar datar, seperti menampilkan volumetrik karena istilah ini terbatas pada lingkup dua dimensi tampilan layar mampu menggambarkan informasi umum, dalam tradisi ilmu komputer penelitian di PARC (Palo Alto Research Center).

Desain antarmuka pengguna (UID) atau antarmuka pengguna rekayasa adalah desain website , komputer , peralatan , mesin, perangkat komunikasi mobile , dan software aplikasi dengan fokus pada pengalaman pengguna dan interaksi. Tujuan dari desain antarmuka pengguna adalah untuk membuat interaksi pengguna sesederhana dan seefisien mungkin, dalam hal mencapai tujuan-apa yang pengguna yang sering disebut desain yang berpusat pada pengguna .

Baik desain antarmuka pengguna memfasilitasi menyelesaikan tugas di tangan tanpa menarik perhatian yang tidak perlu untuk dirinya sendiri. desain grafis dapat digunakan untuk mendukung nya kegunaan , mempengaruhi bagaimana pengguna melakukan interaksi tertentu dan meningkatkan daya tarik estetika desain; estetika desain dapat meningkatkan atau mengurangi kemampuan pengguna untuk menggunakan fungsi antarmuka.  Proses desain harus menyeimbangkan fungsi teknis dan elemen visual (misalnya, model mental ) untuk menciptakan sebuah sistem yang tidak hanya operasional, tetapi juga dapat digunakan dan beradaptasi dengan perubahan kebutuhan pengguna.

Desain antarmuka terlibat dalam berbagai proyek dari sistem komputer, untuk mobil, untuk pesawat komersial; semua proyek ini melibatkan banyak interaksi manusia dasar yang sama namun juga membutuhkan beberapa keterampilan yang unik dan pengetahuan. Akibatnya, desainer cenderung mengkhususkan diri dalam jenis proyek tertentu dan memiliki kemampuan berpusat di sekitar keahlian mereka, apakah yang menjadi desain perangkat lunak , penelitian pengguna, desain web , atau desain industri .

Desain user interface telah menjadi topik penelitian yang cukup besar, termasuk pada perusahaan estetika .  Standar telah dikembangkan sejauh tahun 1980-an untuk menentukan kegunaan dari produk perangkat lunak.  Salah satu dasar struktural telah menjadi pengguna IFIP model referensi antarmuka. Model ini mengusulkan empat dimensi untuk struktur antarmuka pengguna:

Dimensi input / output (tampilan)
Dimensi dialog (merasakan)
Dimensi teknis atau fungsional (akses ke alat-alat dan jasa)
Dimensi organisasi (komunikasi dan kerjasama dukungan)
Model ini telah sangat mempengaruhi perkembangan standar internasional ISO 9241 menjelaskan persyaratan desain interface untuk kegunaan. Keinginan untuk memahami masalah-aplikasi spesifik UI awal dalam pengembangan perangkat lunak, bahkan sebagai aplikasi yang sedang dikembangkan, menyebabkan penelitian tentang GUI alat prototyping cepat yang mungkin menawarkan simulasi meyakinkan tentang bagaimana sebuah aplikasi yang sebenarnya mungkin berperilaku dalam penggunaan produksi. Beberapa penelitian ini telah menunjukkan bahwa berbagai tugas pemrograman untuk perangkat lunak berbasis GUI dapat, pada kenyataannya, ditentukan melalui cara lain daripada menulis kode program.

Manfaat dari antarmuka pengguna grafis sepenuhnya berbasis vektor akan mencakup:

lebih efisien, skalabilitas independen; Resolusi (diukur dalam dots per inch atau DPI) dapat ditetapkan lebih tinggi atau lebih rendah dari 1px: 1px tanpa menyebabkan pixelation , memungkinkan lebih baik menggunakan monitor resolusi tinggi.
Cons mungkin mencakup:

Kesulitan mengintegrasikan aplikasi berbasis raster. Dengan susah payah, ini bisa dicapai dengan texturing seluruh aplikasi berbasis raster ke pesawat berbasis vektor (meskipun kekurangan grafis berbasis raster masih akan berdiri).
Render lebih lambat, persyaratan sistem yang lebih besar. Karena monitor saat ini hanya menampilkan informasi berbasis raster, informasi vektor harus rasterized (dan secara opsional anti-alias ) sebelum tampil.

Penggunaan 3D Graphical User Interface
Sejak saat Graphics 3D biasanya berbasis vektor, bukan berbasis raster, antarmuka pengguna grafis berbasis vektor akan cocok untuk 3D antarmuka pengguna grafis. Hal ini karena model 3D berbasis raster mengambil sejumlah besar memori, seperti yang disimpan dan ditampilkan menggunakan voxel . Saat ini sistem operasi seperti Windows Vista , Mac OS X , dan UNIX berbasis sistem operasi (termasuk Linux ) telah menikmati banyak manfaat dari menggunakan antarmuka pengguna grafis 3D. Pada Windows Vista, misalnya, Flip3D tekstur setiap jendela untuk pesawat 3D berdasarkan grafis vektor. Meskipun jendela itu sendiri masih berbasis raster, pesawat ke mana ia bertekstur adalah berbasis vektor. Akibatnya, jendela, ketika diputar, tampak datar. Di desktop Linux, Compiz Fusion dapat tekstur masing-masing ruang kerja berbasis raster ke berbasis vektor kubus 3D. Sebagai sistem operasi berkembang, akhirnya seluruh jendela akan dibuat dari vektor grafis 3D, sehingga ketika diputar, tidak muncul "datar". Juga, pencahayaan canggih dapat membuat antarmuka pengguna grafis 3D yang lebih estetis.

Penggunaan di 2D Graphical User Interface [ sunting ]
Seperti kebanyakan monitor komputer menjadi lebih dan lebih resolusi tinggi , segala sesuatu yang ditampilkan akan lebih kecil. Namun, jika resoluion layar ditolak, semuanya akan muncul pixelated. Dengan demikian, resolusi kemerdekaan saat ini sedang dirancang untuk memecahkan masalah ini. Dengan grafis raster, semua ikon perlu resolusi sangat tinggi, sehingga tidak muncul pixelated pada layar resolusi yang lebih tinggi. Ini mungkin mengambil sejumlah besar memori, dan ruang hard disk. [ rujukan? ] Jika grafis vektor yang digunakan bukan, itu bisa dengan mudah terukur dan tidak pernah kehilangan data atau muncul pixelated.

Beberapa Interface Graphical User pada Sistem Operasi seperti IRIX menggunakan ikon berbasis vektor. Sejumlah berbasis vektor ikon set juga tersedia untuk window manager seperti GNOME dan KDE .

Dengan Windows, aplikasi yang dibangun menggunakan Windows Presentation Foundation (yang asli [ rujukan? ] untuk Windows Vista , namun dapat di-download untuk Windows XP dan Server 2003 ) yang berbasis vektor dan skala losslessly berbasis Windows DPI pengaturan. Namun, bahkan tanpa ini, itu selalu mungkin untuk membangun aplikasi untuk menjadi DPI-sadar.  Selain itu, di Vista, Manajer Desktop Window mendeteksi ketika sebuah aplikasi tidak DPI sadar dan, jika komputer diatur ke yang berbeda DPI dari biasanya, menggunakan bitmap skala untuk membuat jendela pada ukuran yang lebih besar.

Versi baru dari AmigaOS 4.1 ditingkatkan pada tahun 2008 yang Workbench dengan antarmuka grafis 2D berbasis vektor pada Cairo perpustakaan, tapi pragmatis terintegrasi dengan 3D Compositing Mesin berdasarkan Porter-Duff Rutinitas.

CLI (Comand Line Interface)
Sebuah antarmuka baris perintah ( CLI ), juga dikenal sebagai antarmuka baris perintah pengguna , antarmuka pengguna konsol ,  dan pengguna karakter antarmuka ( CUI ), adalah sarana berinteraksi dengan program komputer di mana pengguna (atau client masalah) perintah ke program dalam bentuk garis-garis berurutan teks (baris perintah).

CLI adalah sarana utama interaksi dengan sebagian besar sistem komputer sampai diperkenalkannya tampilan video terminal di pertengahan 1960-an, dan terus digunakan sepanjang tahun 1970-an dan 1980-an pada Unix sistem dan sistem komputer pribadi termasuk MS-DOS , CP / M dan Apple DOS . Antarmuka biasanya diimplementasikan dengan baris perintah shell , yang merupakan program yang menerima perintah sebagai input teks dan mengkonversi perintah untuk fungsi sistem operasi yang sesuai.

Antarmuka baris perintah untuk sistem operasi komputer yang kurang banyak digunakan oleh pengguna komputer biasa, yang mendukung antarmuka pengguna grafis . Interface Command-line sering disukai oleh lebih banyak pengguna komputer canggih, karena mereka sering menyediakan cara yang lebih ringkas dan kuat untuk mengontrol program atau sistem operasi.

Program dengan antarmuka baris perintah umumnya lebih mudah untuk mengotomatisasi melalui scripting .

Alternatif untuk baris perintah termasuk, namun tidak terbatas pada antarmuka pengguna teks menu (lihat IBM AIX Smit misalnya), shortcut keyboard , dan berbagai metafora desktop yang berpusat pada pointer (biasanya dikontrol dengan Mouse).

DirectX sebagai Dukungan GUI

Microsoft DirectX adalah kumpulan antarmuka pemrograman aplikasi (API) untuk menangani tugas-tugas yang berhubungan dengan multimedia , khususnya pemrograman game dan video, pada Microsoft platform. Awalnya, nama-nama API ini semua dimulai dengan langsung, seperti Direct3D , DirectDraw , DirectMusic , DirectPlay , DirectSound , dan sebagainya. Nama Direct X diciptakan sebagai istilah singkat untuk semua API ini (X berdiri di atas nama-nama API tertentu) dan segera menjadi nama koleksi. Ketika Microsoft kemudian berangkat untuk mengembangkan konsol game, X itu digunakan sebagai dasar dari nama Xbox untuk menunjukkan bahwa konsol didasarkan pada teknologi DirectX. The X awal telah dilakukan ke depan dalam penamaan API dirancang untuk Xbox seperti XInput dan Alat Cross-platform Audio Creation (XACT), sedangkan pola DirectX telah dilanjutkan untuk Windows API seperti Direct2D dan DirectWrite .

Direct3D (API grafis 3D dalam DirectX) secara luas digunakan dalam pengembangan video game untuk Microsoft Windows , Microsoft Xbox , dan Microsoft Xbox 360 . Direct3D juga digunakan oleh lainnya software aplikasi untuk visualisasi dan grafis tugas seperti teknik CAD / CAM. Seperti Direct3D merupakan komponen yang paling banyak dipublikasikan dari DirectX, itu adalah umum untuk melihat nama "DirectX" dan "Direct3D" digunakan secara bergantian.

The DirectX software development kit (SDK) terdiri dari perpustakaan runtime dalam bentuk biner didistribusikan, bersama dengan disertai dokumentasi dan header untuk digunakan dalam pengkodean. Awalnya, runtimes hanya dipasang oleh game atau eksplisit oleh pengguna. Windows 95 tidak memulai dengan DirectX, tapi DirectX disertakan dengan Windows 95 OEM Service Release 2.  Windows 98 dan Windows NT 4.0 keduanya dikirim dengan DirectX, seperti telah setiap versi Windows dirilis sejak. SDK ini tersedia sebagai download gratis. Sementara runtimes adalah proprietary, perangkat lunak closed-source, kode sumber disediakan untuk sebagian besar sampel SDK. Dimulai dengan peluncuran Windows 8 Developer Preview, DirectX SDK telah terintegrasi ke dalam Windows SDK.

Direct3D 9EX, Direct3D 10, Direct3D 11 dan hanya tersedia untuk Windows Vista dan yang lebih baru karena masing-masing versi baru dibangun untuk tergantung pada baru Windows Display Driver Model yang diperkenalkan untuk Windows Vista. Arsitektur grafis Vista / WDDM baru mencakup manajer memori video baru yang mendukung virtualisasi hardware grafis untuk berbagai aplikasi dan layanan seperti Manajer Desktop Window .